728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.

    Random Post

    Wednesday, January 17, 2018

    Emoney Akan Diganti Dengan Frekuensi Radio

    Jakarta - Per tanggal 31 Oktober 2017 mendatang, seluruh gerbang tol di Indonesia tak lagi menerima transaksi tunai. Artinya seluruh pengguna tol wajib menggunakan uang elektronik jika ingin menempuh perjalanan lewat tol.

    Namun, tahun depan transaksi di tol sendiri bakal kembali berganti dengan cara lain. Gerbang tol saat ini akan diganti dengan gantry atau gate entry yang terpasang dengan antena untuk tujuan membaca tag stiker yang ada pada kendaraan. Sistem ini dikenal dengan istilah multi lane free flow, yang membuat kendaraan nantinya tak perlu lagi berhenti di gerbang tol.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, setidaknya ada tiga opsi alat pembayaran yang akan menggantikan kartu elektronik, di antaranya stiker Radio Frequency Identification (RFID), DSRC (dedicated short-range communication), dan Global Navigation Satellite System (GNSS).

    Dua nama pertama kata dia saat ini tengah dalam proses uji coba untuk mengambil keputusan, teknologi apa yang akan diterapkan nantinya.

    "Ini sedang diuji coba ada dua, satunya RFID, satunya DSRC," kata Herry saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/9/2017).

    RFID sendiri merupakan stiker yang dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification. Penggunaannya cukup menempelkan stiker RFID pada bagian depan mobil, kemudian stiker akan memancarkan sinyal radio yang akan diterima alat pembaca sinyal yang sudah dipasang di masing-masing gerbang tol. Gerbang tol akan terbuka otomatis bila membaca sinyal dari stiker itu.

    Sementara DSRC merupakan teknologi komunikasi jarak pendek yang menggunakan semacam alat pembaca sinyal, tapi juga bisa menggambarkan kepadatan tol di satu bagian tertentu.

    Sedangkan GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penerapan jalan berbayar ini tanpa perlu memasang infrastruktur, seperti gantry atau juga gerbang tol yang rumit namun memerlukan biaya investasi yang cukup tinggi, baik pada badan usaha maupun pengguna.

    Herry berujar, kedua alat pembayaran tersebut akan dikaji dalam beberapa waktu ke depan sambil menunggu rampungnya pembentukan perusahaan electronic toll collection (ETC) yang tengah dibentuk. DSRC sendiri saat ini sudah diterapkan baru-baru ini lewat teknologi on-board unit (OBU) yang kemarin baru saja diluncurkan oleh Jasa Marga.

    "Namanya menguji coba, jadi itu menguji coba yang ada. Dari dua ini mana yang nantinya bisa terjangkau sehingga penetrasinya besar, tapi juga harus akurat sehingga transaksi juga akurat, tidak ada penyimpangan," tutur dia.

    Apa keunggulannya?Stiker RFID memiliki keunggulan dengan harganya yang tak terlalu mahal. Pengguna jalan hanya dibebankan lewat pembelian stiker yang harganya berkisar US$ 1-2.

    "Kalau harga, RFID lebih murah. Tapi dia sifatnya pasif, jadi fungsinya hanya untuk transaksi saja," katanya Herry.

    Sementara DSRC memiliki harga jual yang lebih tinggi, yakni sekitar US$ 20 atau Rp 260 ribu. Harga jual yang lebih tinggi tersebut lantaran fungsinya yang lebih banyak. Lewat sinyal yang dipancarkannya, teknologi ini dapat memetakan kemacetan sekaligus memberi informasi kepada penggunanya, terkait kondisi teraktual di jalan.

    "Kalau DSRC, dia bisa digunakan untuk mengirim informasi lewat sinyal, jadi tinggal ditangkap sinyalnya, kepadatannya jadinya bisa digambarkan, tapi dengan tambahan alat," papar Herry.

    Sedangkan GNSS akan menggunakan satelit sebagai sinyal penangkap alat yang dipasang di kendaraan. Harga jualnya kata dia sebesar Rp 350 ribu. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur seperti Jerman, Hungaria, Ceko dan Polandia.

    "Yang GNSS, biaya pasang di kendaraan mahal, di jalannya murah karena enggak perlu pasang gerbang entry lagi," jelasnya.

    Herry mengaku pihaknya masih terus mengkaji teknologi mana yang bakal diterapkan di Indonesia menuju multi lane free flow tahun depan.

    "Di kita semuanya sama, pokoknya bagaimana meng-effort penegakan hukumnya. Bagaimana yang paling terjangkau sama masyarakat," tukasnya. (eds/dna)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Emoney Akan Diganti Dengan Frekuensi Radio Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid

    Popular Posts

    Scroll to Top