728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.

    Random Post

    Monday, July 24, 2017

    Kilasan Media Kaltara - 22 Juli 2017

    Aset BNI Syariah Naik 5 Kali Lipat
    JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah selalu memberikan tempat kepada para usaha kecil dan menengah (UKM) binaannya untuk ikut membuka stand atau booth pada acara yang digelarnya Tidak hanya sekedar memberikan pembiayaan, BNI Syariah juga melakukan pendampingan. Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Friman Wibowo mengatakan, setiap pameran selalu memprioritaskan pelaku UKM binaan. Dengan begitu, UKM bisa survive dalam pembayaran kredit dan usahanya terus eksis. Tidak saja difasilitasi dalam ajang pameran, tapi juga modal kerja agar bisa mengembangkan usaha yang lebih besar dan sekaligus pendampingan. Belum lama ini, pelaku UKM binaan BNI Syariah ikut menyamarakkan acara milad ketujuh di kawasan Blok M, Jakarta Selatan BNI Syariah memberikan tempat kepada para UKM binaan untuk membuka stand secara gratis. Kepedulian pada UKM ini, kata Friman, merupakan satu dari tujuh cerminan atas pencapaian yang sudah diraih bank anak usaha BNI 46 itu sejak 2010. Salah satunya adalah pertumbuhan asset yang mencapai Rp 30 triliun pada Mei 2017. Senua asset BNI Syariah sebesar Rp 6 triliun saat spin di 2010.  

    Diborong dari Malinau, Omzet Bisa Mencapai Rp 1,5 Juta Per Hari (Radar Tarakan Hal B4)
    TANJUNG SELOR – Penjualan buah musiman mulai menjamur di Tanjung Selor, sejumlah pedagang buah mulai banyak dijumpai. Terutama penjual buah cempedak dan durian. Salah satu pedagang buah di Jalan Jendral Sudirman mengatakan , dia baru saja berdagang biah sekira sepekan lalu. Penghasilan yang ia peroleh perhari bisa mencapai Rp 1,5 juta, Namun tidak menentu. Apalagi di awal penjualan, saya bisa menghasilkan lebih dari itu karena belum banyak yang jual. Soal harga buah yang dijuall bervariasi, mulai dari yang ukuran kecil seharga Rp 10.000 – 15.000 perbuah, ukuran sedang seharga Rp 20.000 – 25.000 perbuah dan untuk yang ukuran besar seharga Rp 30.000 – 35.000 perbuah. Buah-buah yang ia jual ini bukan dari kebun sendiri, melainkan diperoleh dari wilayah Malinau.

    Kerbau Krayan Banyak Dieskpor, Beras Adan Terancam – Radar Nunukan Hal C1
    NUNUKAN – Memiliki cita rasa yang berbeda membuat beras Adan dikenal hingga dinegeri tetangga. Namun, hasil pertanian dari dataran tinggi Krayan ini mulai terancam, lantaran jumlah kerbau mulai berkurang. Itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Nunukan, H. Faridil Murad. Ia menjelaskan, beras Adan menggunakan pola pertanian tradisional dengan cara organic. Namun, jumlah kerbau di Krayan berkurang lantaran warga Krayan menjual ternaknya itu ke negeri Jiran. Untuk itu upaya pengembangan dan peningkatan populasi kerbau terus dilakukan. Sehingga, hasil pertanian warga Krayan terus berkembang. Melalui Upaya Khusus Sapi, Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), jumlah kerbau di Krayan menjadi hal yang wajib untuk ditingkatkan. Sementara Camat Krayan, Helmi
     
    Pudaaslikar menyampaikan, UPSUS SIWAB merupakan intergritas antara padi dan kerbau. Lantaran produktivitas hasil pertanian organic beras Adan dari Krayan sangat dipengaruhi dengan populasi kerbau yang ada. Sehingga, mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan), Balai Veteriner (BVet) Banjarbaru, Balai Inseminasi Buatan Lembang, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak, Pelaihari, hingga peneliti dari Peneliti Senior Balitbag Kementan Prof. Samsul Bahri, Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Perbibitan Prof. Kurnia dari, Dispertanak Nunukan melakukan UPSUS SIWAB.
     
     
    Kalimantan Sumbang 10 Persen – Tribun Kaltim Hal 2 BALIKPAPAN
    Beberapa kepingan emas mulai 10 gram, 25 gram, 100 gram dan 250 gram masih menjadi favorit konsumen di kawasan Kaltim. Hal ini di ungkapkan Marketing Representativ Butik Antam Balikpapan, M. Yasin, belum lama ini. Dia, menjelaskan, semakin besar harga tiap gramnya, harga yang dibandrol pu akan semakin murah. Tercatat 2 momentum perayaan keagamaan mampu mendongkrak omzet Butik Emas yang cukup baik, yakni saat Ramadhan dan juga Natal. Dari sisi penjualan, Kalimantan memberi kontribusi sebesar 10 persen terhadfap realisasi nasional.
     
    Dia menganggap jumlah tersebut sesuai, jumlah jaringan Butik Emas berada di dua wilayah Balikpapan, dan Banjarmasin. Kemudian untuk Jakarta disusul Surabaya yang memamng menjadi juara kontribusi penjualan, pasalnya Jakarta ditopang lima gerai sekaligus, sementara dua gerai ada di Surabaya. Yasin menambahkan, untuk mengakomodir konsumen sampai ke pelosok Kalimantan, pihaknya akan memanfaatkan jaringan PT POS Indonesia (Persero), dimana kerjasama dilakukan perdana 22 Juni Lalu. Kendati demikian, harga yang dipatok berbeda dengan Butik Antam lantaran ada biaya operasional tambahan. Pada Jumat (21/7) kemarin, 500 gram batang Logam Mulia dibandrol Rp 275,3 juta, dengan harga per gram Rp 550.600. sementara untuk satu keping dan juga untuk satu gram Logam Mulia dikenai Rp 590 ribu.
    6. Sebulan Malinau Butuh 9.000 Ton Beras – Tribun Kaltim – Hal 23 br> MALINAU - Sesuai dengan perhitungan pemkab Malinau, kebutuhan beras di Malinau kurang lebih sebanya 9.000 ton perbulan. Bupati Yansen TP mengungkapkan, sampai saat ini kebanyakan warga membeli beras dari luar daerah. Kedepannya, Pemkab akan mendorong warga mengkonsumsi beras lokal. Mendorong hal tersebut, Yansen melalui program beras Daerah menggalang petani untuk menggiatkan penanaman padi. Dicontohkan Yansen, apabila seorang petani dimalinau dapat menghasilkan gabah seberat 12 ton sekali panen maka kesejahteraan petani di Malinau akan meningkat. Ia juga meminta agar petani melihat ini sebagai kesempatan dan peluang dalam mengembangkan usaha pertanian. Kalau misalnya dihitung secara kasar saja, jika menghasilkan 12.000 kilogram atau 12 ton dikali Rp 6.500 berarti petani bisa mendapatkan hasil sebesar Rp 78 juta sekali panen. Hasil itu dapat meningkatkan usaha dan memicu kebutuhan hidup keluarga. Kebutuhan hidup tinggi diberengi dengan harga barang cukup mahal, membuat Yansen mengeluarkan kebijakan menaikan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp 6.500 perkilogram. Sebelumnya, Pemkab membeli GKP dari petani seharga Rp 6.000 perkilogram. Dinaikannya harga GKP membuat harga GKP di Malinau lebih tinggi dari harga GKP di daerah lainnya. Mengambil contoh di daerah Jawa GKP hanya dihargai Rp 3.700 perkilogram. Sebelum menjadi Rp 6.500 perkilogram. Harga GKP terendah senilai Rp 5.500 perkilogram. Banyak petani di Malinau enggan menjual hasil panenya kepada pemerintah. Sebab harga yang ditawarkan murah dan tidak sesuai dengan pengeluaran petani saat mengelola lahan pertanian hingga panen. Sehigga cukup banyak petani yang menahan gabahnya untuk tidak dijual kepada pemerintah. Bupati menyakini para petani di Malinau tetap akan menjual hasil panennya kepda masyarakat setelah kebutuhan pangan keluarganya terpenuhi. Terlebih harga jual gabah di Malinau relative positif. Berbicara tentang potensi, kabupaten ini memiliki lahan luas untuk melakukan pengembangan di bidang pertanian. 7. Lahan Pangan Belum Aman – Kompas Hal 17 JAKARTA – Rencana pemerintah meredistribusi lahan perlu diimbangi dengan upaya melindungi lahan yang ada. Perlindungan dinilai belum optimal antara lain tecermin dari berlarutnya penetapan peraturan daerah tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pemikiran itu merupakan salah satu poin yang muncul di acara Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Jumat (21/7). Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan Gunawan menyatakan, selain menyiapkan rencana yang matang terkait redistribusi, pemerintah perlu mengoptimalkan perlindungan terhadap lahan yang ada. Khususnya terhadap lahan pertanian yang subur dan produktif di pulau Jawa dan Bali yang kian terdesak. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan UU No 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Namun, sampai sekarang belum semua daerah menetapkan lahan-lahan pertanian yang akan dilindungi dalam peraturan daerah (perda) tentang rencana tata ruang wilayayah (RTRW) dan perda tentang LP2B. Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ART/BPN) Budi Suryanto menyatakan, selain menyelesaikan inventarisasi lahan-lahan yang bisa didistribusikan ke masyarakat, pemerintah sejak dua tahun lalu membangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian, seperti membangun embung dan waduk serta memperbaiki saluran membangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian, seperti membangun embung dan waduk serta memperbaiki saluran irigasi. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui subsisdi pupuk, benih, dan memberikan alat mesin pertanian. Akan tetapi, minimnya kepemilikan lahan menjadi problem yang mendesak diatasi untuk mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus memajukan pertanian. Dengan luas kepemilikan rata-rata kurang dari 0,5 hektar per rumah tangga petani, sulit bagi petani menaikkan taraf hidupnya. Daya saing produk pertaniannya pun tak optimal karena ongkos produksi di lahan sempit cenderung tinggi. Dana desa yang tahun ini dianggarkan sekitar Rp 60 triliun juga diharapkan dapat memacu desa meningkatkan nilai tambah pertanian. Cara antara lain melalui investasi di pascapanen. 8. PLN Ingin Amankan Pasokan - Kompas Hal 18 JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ingin mengamankan pasokan batubaraa, khususnya di Kalimantan. Batubara merupakan sumber energi utama pembangkit listrik yang dioperasikan PLN. Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, pihaknya mengajukan usul kepada pemerintah agar bisa menjadi pelaksana pengelola tambang batubara. Langkah itu untuk mengamankan pasokan batubara bagi pembangkit-pembangkit yang dioperasika PLN. Saat ini, ketergantungan terhadap pasokan batubara dari perusahaan tambang dinilai cukup besar. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menambahkan, mayoritas tambang batubara di Indonesia dikelola swasta, bukan negara. Menurut dia, di banyak negara, sumber tambang batubara dikelola penuh oleh negara. Batubara dianggap penting sebagai sumber pasokan energi. Dalam program 35.000 megawatt (MW), ada tujuh proyek pembangunan PLTU mulut tambang di Kalimantan, yaitu PLTU Kalimantan Selatan dan Kalimantan tengah 3, 4, dan 5 dengan total kapasitas 600 MW, PLTU Kalimantan Timur 3, 5, dan 6 dengan total kapasitas 541 MW, dan PLTU Kalimantan Timur-Utara berkapasitas 400 MW. Proyek pembangkit tersebut ditargetkan bisa beroperasi secepatnya pada 2019. Dalam bauran sumber energi pembangkit PLN, penggunaan batubara masih cukup dominan, yakni lebih dari 50 persen dari pembangkit. Pada 2016, konsumsi batubara oleh pembangkit PLN sebanyak 50,5 juta ton. Secara terpisah, Direktur Institute For Essential Services Reform Fabby Tumiwa mengatakan, PLN harus berhati-hati dengan rencana memiliki aset tambang batubara untuk kebutuhan perusahaan. 9. Titik Kritis Penyediaan Air di Kesepakatan Tarif – Kompas Hal 18 JAKARTA – Setelah sistem penyediaan air minum atau SPAM Umbulan di Jawa Timur dicanangkan pembangunannya oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, kini pemerintah berencana melelang proyek 4 SPA M. Keempat proyek itu adalah SPAM Semarang Barat, SPAM Jatiluhur, SPAM Bandar Lampung, dan SPAM Karian. Salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan SPAM adalah kesepakatan menentukan tarif air. Kamis lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan pembangunan SPAM Umbulan di Jaktim dengan skema keja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), yang melibatkan Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Proyek yang telah diinisiasi 40 tahun lalu tersebut menelan investasi Rp 2,05 triliun dengan dukungan kelayakan (VGF) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 818 miliar, dukungan infrastruktur dari Kementerian PUPR, serta fasilitas penyiapan proyek dari Kemenkeu Meski demikian, nilai total proyek mencapai Rp 4,51 triliun. Adapun penandatanganan kerja sama dan penutupan pembiayaan proyek SPAM Umbulan dilakukan tahun lalu. Menurut Basuki, tahun ini Kementerian PUPR menyiapkan lagi empat proyek pembangunan SPAM Semarang Barat senilai Rp 700 miliar, SPAM Jatiluhur senilai Rp 2,1 triliun. SPAM Bandar Lampung senilai Rp 1 triliun, dan SPAM Karian. Karena tidak ekonomis, tambah Basuki, pembangunan SPAM perlu didukung pemerintah pemerintah. Basuki mencontohkan, harga air bersih dari SPAM Umbulan adalah Rp 2.400 per meter kubik di tingkat. konsumen. Harga tersebut tidak mencakup keseluruhan biaya produksi sehingga memerlukan dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Secara terpisah, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan untuk pembangunan SPAM Semarang Barat. Sementara untuk SPAM Jatiluhur dan SPAM Karian tidak memerlukan dukungan pemerintah karena keduanya merupakan proyek Prakarsa. SPAM Karian merupakan prakarsa K-Water dari Korea Selatan, sedangkan SPAM Jatiluhur merupakan prakarsa dari Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi, dan PT Tirta Gemah Ripah. 10. Sentra Produksi Mulai Panen – Kompas Hal 18 JAKARTA – Panen garam rakyat mulai berlangsung di sejumlah sentra produksi. Di tengah kelangkaan stok garam nasional, petambak bisa menikmati kenaikan harga garam hingga 10 kali lipat dari harga pada musim panen raya. Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur Muhammad Hasan, saat dihubungi Kompas dari Jakarta, Jumat (21/7), menyampaikan, panen garam mulai berlangsung di beberapa wilayah di Madura (Jawa Timur), seperti Sampang, Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan. Harga jual garam di tingkat petani saat ini Rp 3.500 – Rp 4.000 per kilogram. Pada awal masa panen garam, ujar Hasan, harga garam petambak biasanya berkisar Rp 600 per kg. Namun, sebaliknya, harga anjlok saat panen raya, menjadi Rp 350 per kg. Pada saat terjadi gagal panen garam rakyat di 2010, harga garam di tingkat petambak pernah naik tajam menjadi Rp 1.200 – Rp 1.500 per kg. Hal senada dikemukakan Mashuri, petambak garam di Desa Apaan, Kecamatan Pengarenga, Sampang. Dari total tambak garam miliknya seluas 14 hektar (ha), 5 ha sudah di panen sebanyak 4,5 ton. Garam itu diserap pabrik pengolahan dengan harga Rp 3.900 per kg. Mashuri mengemukakan, usaha pengolahan garam miliknya menghasilkan garam konsumsi serta garam untuk pengasinan ikan, pakan ternak, dan penyamakan kulit yang hingga kini masih berhenti produksi. Harga garam untuk bahan baku yang terlalu tinggi sulit diserap industri pengolahan kecil. Namun, Mashuri memilih untuk menjual hasil panen garam ke pabrik ketimbang untuk usaha pengolahan miliknya. Saat ini, harga garam konsumsi di tingkat konsumen juga ikut melonjak menjadi Rp 6.000 – Rp 7.000 per kg. Tahun lalu, harga garam konsumsi berkisar Rp 3.500 – Rp 5.000 per kg. Pada 2012, Pemerintah pernah menetapkan ketentuan harga pokok pembelian garam, yakni garam kualitas I seharga Rp 750 per kg dan garam kualitas II seharga Rp 550 per kg. Namun, aturan itu tidak berjalan. Penetapan harga pokok pembelian garam akan melindungi petambak garam, terutama menjelang masa panen raya. Penetapan harga pokok pembelian garam merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. “Dengan perlindungan, petambak akan semangat berproduksi,” kata Hasan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kilasan Media Kaltara - 22 Juli 2017 Rating: 5 Reviewed By: Unknown

    Popular Posts

    Scroll to Top